Main Menu
| Sekilas Kediri - Pertanian |
| Monday, 07 January 2008 16:12 | |||||||||||
Page 3 of 9
III. PERTANIAN 3.1. Tanaman Pangan Produksi tanaman pangan pada tahun 2008 ada yang naik dan ada yang turun. Hasil produksi tanaman padi ada 331,6 ribu ton (naik 0,02%); jagung 326,4 ribu ton (naik 8,25%); ubi kayu 93,9 ribu ton (turun-20,24%); ubi jalar 2,1 ribu ton (naik 61,79%); kacang tanah 3,11 ribu ton (naik 41,00%); kedelai 0,2 ribu ton (turun-60,78%). Produksi padi tahun 2008 mencapai 0,33 juta ton. Kecamatan yang mempunyai kontribusi paling banyak adalah Pare (34,011 ton atau 10,26% dari total kabupaten), Purwosari (5,44%), Plemahan (6,67%) Plosoklaten (6,82%) dan Kandangan (7,99%). Sekitar 11,11% dari total 0,33 juta ton produksi jagung di kabupaten Kediri berada di kecamatan Mojo. Produsen jagung terbesar lainya adalah Plemahan (7,96%) Pare (7,96%); Papar (6,95%), dan Plosoklaten (5,54%). Tercatat ada 5 jenis tanaman yang produksinya cukup menonjol di kabupaten kediri yaitu Lombok atau Cabai (sekitar 18,32 ribu ton), Terong (9,44 ribu ton), Mentimun (8,91 ribu ton), Tomat (7,95 ribu ton),dan Kacang Panjang (4,21 ribu ton). Ada 4 jenis buah-buahan yang sangat menonjol produksinya di kabupaten kediri. Pada tahun 2008 jumlah produksi 4 jenis buah-buahan tersebut adalah Pisang (207,28 ribu ton), Mangga (88,63 ribu ton), Pepaya (70,97 Ribu ton), Nanas (26,21 ribu ton). 3.2. Perkebunan Menurut Dinas hutbunling ada 9 perusahaan perkebunan di kabupaten kediri. Perkebunan kopi ada 4 perusahaan; karet dan coklat masing-masing 1 perusahaan; dan perkebunan cengkeh ada 3 perusahaan. Tahun 2008 tercatat perusahaan karet dapat menghasilkan 131,00 ton; perusahaan kopi 879,16 ton; perusahaan coklat 201,81 ton; dan perusahaan cengkeh 109,89 ton. Menyajikan data produk akhir tanaman perkebunan rakyat. Tanaman tebu produk akhirnya gula kristal (109,05 ribu ton). Tanaman kelapa di hitung berdasarkan produksi setara kopra (3,2 ribu ton). Jambu mete produk akhirnya biji jambu mete (0,21 ribu ton). Produksi biji kering kopi Robusta di perkirakan sekitar 0,4 ribu ton. Tanaman cengkeh dan kenanga produk akhirnya bunga karing (masing-masing sekitar 0,05 ribu ton). Tanaman kapuk bedasar kan produksi serat (0,2 ribu ton) dan tanaman lada berdasarkan produksi buah kering (660 kg) 3.3. Kehutanan Diperkirakan hutan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten kediri ada seluas 22.408,4 hektar. Sebagian besar merupakan kawasan hutan produksi (62,85 %) dan kawasan hutan lindung (37,05 %). Sisanya merupakan kawasan hutan wisata dan suaka alam ada yakni ada di kecamatan Tarokan (1 hektar) dan di Kecamatan Kepung 19 hektar. Menyajikan data luas hutan menurut jenis tanamannya. Pada tahun 2008 kawasan hutan yang tersisa tinggal jenis tanaman Jati, sengon dan pinus. Hutan Jati luasanya 1.783,8 hektar, hutan sengon luasnya 3,953,6 hektar; hutan pinus luasnya 3.033,4 hektar. 3.4. Peternakan Menurut Dinas Kehewanan pada tahun 2008 di kabupaten kediri 102 Perusahaan Peternak Ayam Petelor/Pedaging, 1 Perusahaan peternakan Sapi perah, 4 Rumah potong hewan, 36 tempat potong hewan, dan 16 pasar hewan. Dibandingkan tahun 2008, Populasi sebagian besar ternak cenderung fluktuatif, sapi potong populasinya naik 2,71% dan sapi perah 1,54%. Hanya kambing/domba yang mengalami penurunan populasi (-25,12% dari 134.232 ekor menjadi 100.515 ekor). Kenaikan populasi terendah pada jenis ternak kuda (naik 1,05 % dari 246 ekor menjadi 259 ekor). Menunjukan jenis ternak besar yang mendominasi adalah sapi potong dan sapi perah. Populasi sapi potong di perkirakan 84.320 ekor. Paling banyak di Gurah (7,31 %), kayen kidul (6,91 %), Plemahan (6,67 %), dan Mojo (5,86 %). Populasi sapi perah mencapai 6.424 ekor paling banyak ada di Ngancar (29,51 %), dan di kandangan (20,63 %). Untuk jenis ternak kecil yang mendominasi adalah kambing (100.515 ekor) dengan daerah sentranya di kecamatan Plosoklaten (7,54 %), Mojo (7,31%) dan Pare (6,95) populasi unggas di dominasi ayam ras (petelor 3.239.746 ekor), pedaging (1.858.620 ekor) dan ayam kampung (1.241.289 ekor). Penyebaran populasi unggas hampir merata di semua kecamatan. 3.5. Perikanan Pengumpulan data uasaha perikanan dilakukan melalui pendekatan rumah tangga bukan perusahaan. Oleh karena itu data yang dikumpulkan oleh dinas kehewanan adalah jumlah rumah tangga petani ikan dan pencari ikan yang dibedakan antara perairan umum, budi daya kolam, dan budi daya sawah. Diperkirakan pada tahun 2008 ada sekitar 4.724 rumah tangga petani ikan dan pencari ikan dikabupaten kediri. Hasil produsi mencapai sekitar 2,2 ribu ton ikan dengan total nilai produksi sekitar 35,79 milyar rupiah.
|