Home » Sekilas Kediri » Sekilas Kediri - Sosial
 

Main Menu

Sekilas Kediri - Sosial
Monday, 07 January 2008 16:12
Article Index
Sekilas Kediri
Sosial
Pertanian
Industri
Perdagangan
Perhubungan
Keuangan dan Harga-Harga
Konsumsi Penduduk
Neraca Regional
All Pages

 

II. SOSIAL

2.1. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2008/2009, ada sebanyak 2.372 institusi pendidikan di Kabupaten Kediri. Bertambah 14 institusi dibandingkan tahun 2007. Penambahan jumlah institusi pendidikan pada jenjang TK sebanyak 4 institusi dan sekolah dasar 14 institusi. Sedangkan jenjang Pendidikan SLB berkurang 5 institusi, SLTP/SMP Terbuka dan SMU/SMK masing-masing bertambah 8 institusi dan bertambah 1 institusi.

Pada tahun ajaran 2007/2008 ada penurunan jumlah guru di tingkat pendidikan SD dan SLTP. Jumlah guru SD turun dari 8.779 menjadi 8.529 pengajar.

Di tingkat SLTP berkurang 4.586 pengajar, menjadi 4.578 guru. Pendidikan SLTA bertambah 167 pengajar, menjadi 2.296 guru. Sedangkan guru Sekolah Tinggi naik 10.174 orang sehingga menjadi 3.447 pengajar.

Di level Kabupaten, secara umum fluktuasi jumlah guru tersebut tidak terlalu signifikan mempengaruhi statistik Rasio Murid terhadap Guru. Di tingkat TK Rasio murid terhadap guru adalah 16,13. Ini berarti secara rata-rata ada 16 siswa TK untuk satu orang guru TK.

Data Rasio Murid terhadap Guru pada tingkat pendidikan SD adalah 20,71 (SD Negeri); 10,92 (SD Swasta); dan 10,27 (Madrasah Ibtidaiyah).

Pada tingkat SLTP data Rasio Murid terhadap Guru adalah 17,68 (SMP Negeri); 7,81 (SMP Swasta); dan 8,12 (Madrasah Tsanawiyah).

Pada tingkat SLTA data Rasio murid terhadap guru adalah 13,77 (SMU Negeri); 6,88 (SMU Swasta); 12,87 (SMK Swasta); dan 5,66 (Madrasah Aliyah).

2.2. Kesehatan dan Keluarga Berencana

pada periode tahun 2007-2008, data dari DinKes menunjukan bahwa telah terjadi fluktuasi jumlah tenaga kesehatan dan jumlah kunjungan pasien yang sangat signifikan.

Jumlah tenaga kesehatan menurun dari sebanyak 836 tenaga kesehatan pada tahun 2007 menjadi 1.662 tenaga kesehatan pada tahun 2008. Kenaikan terjadi pada jumlah perawat (dari 211 menjadi 342), Dokter Umum (dari 62 menjadi 69), Dokter Gigi (dari 35 menjadi 39), dan paramedis Lain (dari 574 menjadi 675). Sedikit penurunan pada tenaga kesehatan Bidan (dari 386 menjadi 366), Nutisionis (dari 20 menjadi 35), Sanitarian (dari 22 menjadi 64).

Sementara itu jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas juga mengalami penurunan,yakni dari 764.274 orang pada tahun 2007 turun menjadi 760.436 orang pada tahun 2008. Untuk kunjungan ke Rumah Sakit meningkat dari 106.815 orang di tahun 2007 menjadi 111.469 orang di tahun 2008. Kunjungan pasien ke dua fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas dan Rumah Sakit mengalami penurunan dari 875.743 orang pada tahun 2007 menjadi 863.354 orang pada tahun 2008.

Jumlah kunjungan ibu hamil,bayi,dan anak semuanya mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2007. Kunjungan ibu hamil naik dari 25.876 di tahun 2007 menjadi 26.129 di tahun 2008. Kunjungan bayi dan anak di tahun 2008 datanya tidak tersedia.

2.3. Peradilan

Di era reformasi penegakan hukum merupakan salah satu tolok ukur cleaned goverment dan mencerminkan kewibawaan pemerintah executive. Aparat hukum dan peradilan di tuntut terus bekerja keras dari tahun ke tahun.

Data jumlah perkara yang masuk dan berhasil di selesaikan mencerminkan beban sekaligus hasil kerja keras aparat hukum dan peradilan.

Rendahnya angka jumlah perkara mnungkin di sebabkan oleh rendahnya kesadaran dan kepercayaan masarakat terhadap proses penegakan supremasi hukum. Pencatatan dan statistik kriminalitas perlu di perbaiki agar monitoring dan evakuasi terhadap kinerja Aparat hukum dan peradilan bisa di lakukan secara fair.

Berikut ini adalah data jumlah perkara yang di selesaikan Polres,Kejaksaan Negeri,Pengadilan Negeri dan Pengadilan agama di Kabupaten Kediri.

Jumlah perkara yang berhasil di selesaikan pada tahun 2008 oleh lembaga-lembaga tersebut adalah sebanyak 660 kasus kejahatan dan 22.991 pelangaran lalu lintas (polres), 950 perkara (Kejaksaan Negeri), 931 perkara pidana dan 82 perkara perdata (Pengadilan Negeri), dan untuk Pengadilan Agama data tahun 2008 tidak tersedia.

Sedangkan jumlah kasus kejahatan yang di laporkan masyarakat ke polres ada 790 kasus (naik 241,99% dari tahun 2007). Kasus kejahatan yang dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan 950 kasus (turun-5,28%); ke Pengadilan Negeri 917 kasus (turun -3,37%) .

2.4 Agama

Jumlah tempat ibadah di kabupaten kediri relatif cukup banyak , yakni ada 1.824 masjid, 4.377 langgar, 708 mushola, 226 gereja kristen. 27 gereja katholik, dan 46 pura. Sumberdata adalah Departemen Agama di kabupaten kediri.

Tidak jauh berbeda dengan tahun 2007, pada tahun 2008 di perkirakan jumlah pemeluk agama islam ada sekitar 96,57%, kristen/protestan 2,33%, katholik 0,57%, dan pemeluk agama hindu dan budha masing-masing 0,50% dan 0,03%.

2.5. Sosial lainya

Data permasalahan sosial di kumpulkan oleh Dinas Kesejahteraan sosial yaitu jumlah panti asuhan dan jumlah panti wredh berikut peng huni dan pengurusnya, jumlah mucikari/PSK, jumlah penyandang cacat dan jompo, jumlah pekerja sosial masyarakat, jumlah bimbingan/penyuluhan sosial, serta jumlah karang taruna.

Pada tahun 2008 jumlah penderita cacat tercatat ada 636 tuna netra, 705 tuna rungu/wicara, 1.478 cacat tubuh, 885 penderita cacat mental dan 2.962 orang jompo.

Bentuk implementasi program pemerintah untuk menanggulangi masalah sosial adalah dengan mengkader pekerja sosial masyarakat di kabupaten kediri pekerja sosial masyarakat keberadaanya telah menyebar di seluruh kecamatan. Namun jumlahnya ternyata fluktuatif. Dari sebanyak 2.169 kader pada tahun 1999, kemudian turun menjadi 1.038 kader pada tahun 2001. Pada tahun 2007 jumlahnya hanya tinggal 462 kader. Jumlah kader kesehatan pada tahun 2008 ini meningkat di bandingkan dengan tahun 2007 menjadi 732 kader.

Permasalahan sosial yang cukup menghambat kemajuan adalah permasalahan yang terkait dengan kesejahteraan. Permasalahan kesejahteran sosial yang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2007 adalah gelandang dan pengemis (turun -1,71%), korban bencana alam (naik 232,25%), korban penyalah gunaan narkotika (naik -23,37%), dan anak nakal (turun -49,49%).